Jumat, Januari 22, 2010

When You Divorce Me,Hold Me in Your Arms



Hai...hai...sdh lama ninggalin blog sampai berdebu.....haaaaatchiiiiii!!!
#:-Shihihihi.....
Semua emang harus segera dimulai kan.....makanya mama nunut deh tulisan yang sebenarnya email dari salah satu teman. Email ini mama simpan....sering mama baca kembali dan salah satu artikel favorit!

Sekarang ingin saya bagi untuk teman-teman....mungkin ada temans yang sudah pernah baca ya cerita ini...tapi ga ada salahnya saya tampilkan disini. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari artikel ini...

Artikel ini juga untuk renungan jelang Ultah perkawinan yang ke 15 yang segera akan kami peringati...insyaallah...
Monggo silakan dibaca.....;;)

Pada Hari pernikahanku,aku membopong istriku.
Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari Mobil.
Jadi kubopong IA memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.


Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:
Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha Dan berusaha untuk
Menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin
Surut.
Ia adalah pegawai sipil.
Setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 Dan sampai dirumah juga pada
Waktu yg bersamaan.
Anak kami sedang belajar di luar negeri.
Perkawinan kami kelihatan bahagia.
Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak
Kusangka2..

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah Hari yg cerah.
Aku berdiri di balkon.
Dengan Dew yg sedang merangkulku.
Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.
Ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.

Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. "
Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku.
Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu
Sukses, akan menjadi sangat menarik bagi par gadis. "
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2.
Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku.
Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew Dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa
Perabot, O.K.?.Aku Ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan IA jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku
Walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada
Istriku.
Walau bagaimanapun Ku jelaskan, IA pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya , IA adalah seorang istri yg baik.
Setiap malam IA sibuk menyiapkan makan malam.
Aku duduk santai didepan TV.
Makan malam segera tersedia.
Lalu kami akan menonton TV sama2.
Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew.
Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu Hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya Kita bercerai, apa yg
Akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.
Kenyataannya IA percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh
Dari IA.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana IA akan menghadapi kenyataan jika
Tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan Mata penuh simpati Dan
Berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan IA..
Ia kelihatan sedikit kecurigaan
Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku.
Tapi aku membaca Ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan IA, O.K.? Lalu Kita
Akan hidup bersama."
Aku mengangguk.
Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, Ku pegang tangannya," Ada
Sesuatu yg harus kukatakan"
Ia duduk diam Dan makan tanpa bersuara.
Sekali lagi aku melihat Ada luka dimatanya.
Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa.
Tapi IA tahu kalo aku terus berpikir.
"aku ingin bercerai", Ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi IA bertanya secara
Lembut,"kenapa?"
"Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat IA
Sangat marah.
Ia melemparkan sumpit Dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" ..

Pada malam itu, kami sekali saling membisu.
Ia sedang menangis..
Aku tahu kalau IA ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah
Dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana
Istriku memperoleh rumah, Mobil Dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas Dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati.
Wanita yg telah 10tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing
Dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya IA menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak
Pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini Dan sekarang
Sungguh2 telah terjadi .

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.
Aku melihat IA sedang menulis sesuatu.
Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku
Melihat IA masih menulis.
Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: IA tidak menginginkan apapun
Dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,Dan
Dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan
pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak
kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu
masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan
kita?
Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku .
Aku mengangguk dan mengiyakan.
"Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan,
yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.
Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku
keluar dari kamar tidur ke pintu ."
Aku menerima dengan senyum.
Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan
berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya.
"Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian
ini," ia mencemooh.
Kata2nya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu.
kami saling menganggap orang asing.
Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.

Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"
Kata2nya membuatku merasa sakit..
Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter
dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari
ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah.
Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di
bajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra
wanita ini.
Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2
kalau kamu lewat sana ."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra
seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa
hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku
harus hati2 saat memasak, dll.
Aku mengangguk.
Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor
bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya
keluar..
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok.
Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku
semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.
Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama
keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg
penting .
Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan
erat.
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik
terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang
duduk ke teras
Tangannya memegangku secara lembut dan alami.
aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari
pernikahan kami.
Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah
dengan berat.
Anak kami telah kembali ke sekolah.
ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita
tua"
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari
bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.
Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.
Aku menaiki tangga.
Dew membuka pintu.
Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam".
Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf
padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan
disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan
disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak
aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan
menjaganya sampai tua.. Jadi aku minta maaf padamu"
Dew tiba2 seperti tersadar.
Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan
tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket
bunga kesayangan istriku
Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis
" Aku akan membopongmu setiap pagi sampai Kita tua.."

Rabu, Februari 11, 2009

BERATNYA HARUS MENYAPIH....



Sudah beberapa hari ini mama selalu "count down"-menghitung hari. Karena sabtu ini, untuk pertama kalinya mama akan meninggalkan hasna untuk beberapa hari-tugas luar dari kantor. Selama ini, mama selalu membawa Hasna jika harus bepergian selama beberapa hari. Tetapi kali ini,tugas mama tidak memungkinkan untuk itu.

Rasanya berat sekali, secara tidak langsung mama harus melatih Hasna tidur malam hari tanpa mama. Hasna sebenarnya sudah tidak menyusu lagi karena ASI mama kering tiba-tiba akibat sakit cacar beberapa bulan ygll. Karena mama masih ingin menyusui lagi, Hasna mama biarkan "menyusu" dengan niatan ASI akan keluar lagi. Apa dikata ASI tetap tidak keluar! :((Akhirnya Hasna terbiasa "ngempeng"-maaf- istilah jawa jika menyusu tapi tidak ada ASI yang harus diisap.

Kebiasaan "ngempeng" ini malah mama gunakan untuk tetap menjalin kedekatan dengan Hasna. Mama lihat, Hasna juga sangat menikmati "ngempeng" ini untuk cari-cari alasan supaya bisa mama dekap.....duuuuh....rasanya nyeessss....banget bisa lihat Hasna yang menyusu sambil minta perhatian!O:)

Malam hari sebelum tidur, Hasna pasti minta "na-na"- istilah Hasna untuk minta nenen. Nana ini sebagai pengantar tidurnya yang paling ampuh! Tidak sampai seperempat jam, Hasna pasti sudah tidur pulas! Hehehehe.....

Nah, mulai beberapa hari ini, mama sengaja mengalihkan perhatiannya supaya tidak minta "na-na". Mama buat dia capek bermain sebelum tidur, hingga dia langsung ngantuk tanpa sempat ingat "na-na". Kadang Hasna berceloteh-dengan bahasa planetnya tentu- macam-macam hingga dia capek dan langsung pulas...zzzzz......I-|Sementara mama, "berakting" pura-pura tidur!

Belajar menyapih ini sudah mama lakukan 1 minggu. Sering mama sendiri ga tega jika Hasna masih tetap minta "na-na", akhirnya ya ngempeng lagi sebelum tidur! Secara hati,mama memang belum ikhlas melepas kebiasan "na-na" ini! Kadang mama bangun sendiri di tengah malam-karena Hasna biasa bangun jam setengah 2 dinihari untuk minta "na-na" dan minum air putih- sedangkan Hasna masih pulas. Mama perhatikan Hasna, siapa tahu dia bangun, ingat "na-na" nya......mama sendiri yang ga konsisten....:-S

Waktunya tinggal beberapa hari lagi, sedangkan Hasna belum bisa lepas sama sekali dengan kebiasaan "na-na" nya. Mama masih bingung, apa Hasna bisa "lupa" barang beberapa hari dengan "na-na", jika mama pergi selama 3 hari?

Maafkan mama ya sayang......

Minggu, Februari 01, 2009

KOPDAR KETEMU BUNDA WAFI DAN BUNDA AZRA

Ada yang lupa belum mama tampilkan disini nih......Kopdar mama sama Bunda Wafi n Bunda Azra!
Bunda Azra ( mbak Pipiet) kebetulan main ke Jogja dalam rangka liburan. Ketemuan ama Bunda ini ga susah, kebetulan Hotelnya tidak jauh dari rumah kami. Eh, ssssst......bunda ini cantiiiik loh....? hehehe......awal mama ketemu agak "pangling" karena bunda azra lebih muda dari yang keliatan di blog! Hi hi hi...
Sayang ga sempat ketemuan ama Azra ya, karena sedang keluar. Dan Sarah??? Duuuuh, genduuuut dan gemesin banget deh! Hebat juga nih bayi umur segitu udah diajak jalan jauh dan gak rewel!

Kopdar kedua, ama bundanya si ganteng Wafi! Sebenarnya kami janjian di Taman Pintar,tapi karena Jogja yang macet akibat libur panjang ini, akhirnya kami ketemuan di "oh la la".
Awalnya Wafi cuek banget, sibuk nonton film yang diputar di cafe itu. Tapi yang namanya anak-anak cepet banget akrab. Selang beberapa menit kemudian mereka sudah asik lari sana sini! Hehehe.......mbak Iie, kalo "nengok" suami di Jogja, mampir lagi yah?